Tentang Apresiasi
Mengatasi rasa cemas terhadap penilaian orang lain tentang anak kita
Putri Anthi
Selamat pagi
Adakah ayahbunda baik disini yang memiliki anak aktif?
Bagi sebagian ibu, memiliki anak yang sangat aktif adalah hadirnya kecemasan tentang penilaian orang lain terhadap anak kita
Salah satu masalah kecemasan yang saya temui dari pengalaman konsultasi adalah cemas dengan penilaian orang lain tentang anak kita
Masalah tersebut mulai hadir saat sebagian ibu merasa tidak nyaman membawa anaknya yang sangat aktif untuk bertemu dengan orang banyak
Mereka cemas dengan penilaian ORANG LAIN tentang keaktifan anak mereka
anaknya aktif banget ya ga bisa diam
kok anaknya aktif sekali ya? kamu ga pusing punya anak kayak gini
Bagaimana mengatasi rasa cemas terhadap penilaian orang lain tentang anak kita?
*^^*
Saya akan bercerita sedikit tentang kejadian yang pernah saya alami dulu
Dulu, di sebuah tempat saya pernah ditepuk oleh seorang ibu
Ibu ini dengan ekspresif mengungkapkan kepada saya dengan mendadak
anak kamu udah diperiksa ke dokter belum?
aktif banget, ga bisa diam, coba deh dibawa ke dokter
setelah itu saya ditinggal begitu saja
ya ditinggal begitu saja
tanpa merasa perlu mengkonfirmasi apapun dari saya
Dulu, sempat juga terlintas tidak ingin membawa Alifa belajar di banyak tempat karena saya cemas terhadap penilaian orang lain tentang keaktifan Alifa
Namun pikiran itu segera saya ganti dengan keasyikan membangun kedekatan dengan Alifa
Membangun kedekatan dengan anak, adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi rasa cemas terhadap penilaian orang lain tentang anak kita
*^^*
Ayahbunda, anak aktif di usia TK-SD adalah ciri anak yang sehat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi kepada banyak hal di sekitarnya
Daripada cemas tentang penilaian orang lain tentang anak kita, kami lebih memilih untuk asyik dan fokus membangun kedekatan dengan anak kita sendiri
Sebab, anak yang kedekatannya dengan orangtua baik, akan tumbuh dan memiliki kompetensi menjadi anak yang bisa mengendalikan dirinya
Anak yang memiliki kompetensi bisa mengendalikan dirinya, nanti akan tiba saatnya mampu juga menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain
*^^*
Berikut 3 cara membangun kedekatan yang kami lakukan untuk mengatasi rasa cemas terhadap penilaian orang lain kepada anak kita
1. Memanggil nama dengan intonasi rendah untuk menanyakan aktifitas yang sedang ia lakukan
Anak yang aktif dan memiliki banyak aktifitas, sangat senang bila ditanyakan tentang aktifitas seru yang sedang ia lakukan
"Alifa, sedang buat apa itu?"
"Alifa, yang tadi dibuat sudah selesai?"
"Kakak, setelah ini selesai kamu mau buat apa lagi?"
"Kakak, aku boleh ikutan ga main lari-lariannya?"
2. Mengapresiasi aktifitasnya
Anak aktif merasa aktifitasnya dihargai saat kita memberikan apresiasi tulus yang disertai dengan perbaikan
"Alifa, aku suka sekali deh yang kamu buat bagus sekali"
"Kak, rumah boneka yang sudah kakak buat kemarin bagus deh, kalau ditambah hiasan diatas mungkin jadi tambah bagus ga ya?
3. Menulis atau mendiskusikan rencana kegiatan seru setiap hari
Anak aktif merasa aktifitasnya adalah hal yang penting bila kita ikut melibatkan ia dalam menyusun rencana kegiatan serunya setiap hari
"besok kakak mau belajar kemana lagi ya"
" kemarin kakak bilang mau lihat kehidupan ikan koi, jadi kak?"
*^^*
Hasil tidak pernah mengkhianti ikhtiar
Tugas kita, menjalani setiap proses dengan maksimal
Pemahaman, hasil belajar....adalah karunia dariNya
Dua tahun kemudian
Suatu pagi saat anak kami telah berangkat ke sekolah
kami menemukan sketch book Alifa bertuliskan "Baiti Jannati Keluargaku adalah Syurgaku"
sejuk sekali membaca deretan huruf itu saling berdampingan
membentuk sederet kalimat indah yang membuat langit di hatiku bergetar karena ditulis sepenuh hati dengan inisiatif ia sendiri saat usianya 8 tahun
Saat ia pulang sekolah di sore harinya
aku tunjukkan apa yang kutemukan tadi pagi kepada Alifa
ia pun berujar dengan riang
kok bunda tahu aku nulis ini?
iya tadi pagi sketch bookmu terbuka di meja belajar kak
hihihihi ia berkikik dengan wajah lucunya
artinya baiti jannati apa kak?
artinya ya itu bun keluargaku adalah syurgaku
seberapa sayang kakak dengan keluarga kakak ?
seginiiiiii.....
ia membulatkan tangannya selebar yang ia mampu
lalu meralatnya sendiri
eh lebih besar lagiii bun
besaar bangettt selangiiit hihihihi
*^^*
Tiada yang lebih membahagiakan bagi kami selain mendapat apresiasi otentik tentang betapa sayangnya ia kepada keluarga seperti tulisan hand lettering "Baiti Jannati Keluargaku adalah Syurgaku" yang ia buat
tulisan hand lettering yang mengungkapkan betapa besar cinta ia kepada keluarga
Terimakasih ya Alifa
Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan di dunia ini hingga sampai ke SyurgaNya Allah kelak Aamiin Yaa Rabb
*^^*
Sejak kami fokus membangun kedekatan dengan Alifa, kami lebih deg-degan menanti kejujuran apresiasi lagsung dari Alifa
Penilaian Alifa tentang cara kami berkomunikasi dengannya, sangat berarti bagi kami
kami tidak risau lagi dengan apresiasi orang lain kepada Alifa
Sebab yang bisa kami kendalikan hanyalah diri kami sendiri dan juga keluarga kecil kami
Penilaian dari orang lain, kami ikhlaskan apapun hasilnya
Bisa jadi
Mengatasi rasa cemas terhadap penilaian orang lain tentang anak kita
Putri Anthi
Selamat pagi
Adakah ayahbunda baik disini yang memiliki anak aktif?
Bagi sebagian ibu, memiliki anak yang sangat aktif adalah hadirnya kecemasan tentang penilaian orang lain terhadap anak kita
Salah satu masalah kecemasan yang saya temui dari pengalaman konsultasi adalah cemas dengan penilaian orang lain tentang anak kita
Masalah tersebut mulai hadir saat sebagian ibu merasa tidak nyaman membawa anaknya yang sangat aktif untuk bertemu dengan orang banyak
Mereka cemas dengan penilaian ORANG LAIN tentang keaktifan anak mereka
anaknya aktif banget ya ga bisa diam
kok anaknya aktif sekali ya? kamu ga pusing punya anak kayak gini
Bagaimana mengatasi rasa cemas terhadap penilaian orang lain tentang anak kita?
*^^*
Saya akan bercerita sedikit tentang kejadian yang pernah saya alami dulu
Dulu, di sebuah tempat saya pernah ditepuk oleh seorang ibu
Ibu ini dengan ekspresif mengungkapkan kepada saya dengan mendadak
anak kamu udah diperiksa ke dokter belum?
aktif banget, ga bisa diam, coba deh dibawa ke dokter
setelah itu saya ditinggal begitu saja
ya ditinggal begitu saja
tanpa merasa perlu mengkonfirmasi apapun dari saya
Dulu, sempat juga terlintas tidak ingin membawa Alifa belajar di banyak tempat karena saya cemas terhadap penilaian orang lain tentang keaktifan Alifa
Namun pikiran itu segera saya ganti dengan keasyikan membangun kedekatan dengan Alifa
Membangun kedekatan dengan anak, adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi rasa cemas terhadap penilaian orang lain tentang anak kita
*^^*
Ayahbunda, anak aktif di usia TK-SD adalah ciri anak yang sehat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi kepada banyak hal di sekitarnya
Daripada cemas tentang penilaian orang lain tentang anak kita, kami lebih memilih untuk asyik dan fokus membangun kedekatan dengan anak kita sendiri
Sebab, anak yang kedekatannya dengan orangtua baik, akan tumbuh dan memiliki kompetensi menjadi anak yang bisa mengendalikan dirinya
Anak yang memiliki kompetensi bisa mengendalikan dirinya, nanti akan tiba saatnya mampu juga menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain
*^^*
Berikut 3 cara membangun kedekatan yang kami lakukan untuk mengatasi rasa cemas terhadap penilaian orang lain kepada anak kita
1. Memanggil nama dengan intonasi rendah untuk menanyakan aktifitas yang sedang ia lakukan
Anak yang aktif dan memiliki banyak aktifitas, sangat senang bila ditanyakan tentang aktifitas seru yang sedang ia lakukan
"Alifa, sedang buat apa itu?"
"Alifa, yang tadi dibuat sudah selesai?"
"Kakak, setelah ini selesai kamu mau buat apa lagi?"
"Kakak, aku boleh ikutan ga main lari-lariannya?"
2. Mengapresiasi aktifitasnya
Anak aktif merasa aktifitasnya dihargai saat kita memberikan apresiasi tulus yang disertai dengan perbaikan
"Alifa, aku suka sekali deh yang kamu buat bagus sekali"
"Kak, rumah boneka yang sudah kakak buat kemarin bagus deh, kalau ditambah hiasan diatas mungkin jadi tambah bagus ga ya?
3. Menulis atau mendiskusikan rencana kegiatan seru setiap hari
Anak aktif merasa aktifitasnya adalah hal yang penting bila kita ikut melibatkan ia dalam menyusun rencana kegiatan serunya setiap hari
"besok kakak mau belajar kemana lagi ya"
" kemarin kakak bilang mau lihat kehidupan ikan koi, jadi kak?"
*^^*
Hasil tidak pernah mengkhianti ikhtiar
Tugas kita, menjalani setiap proses dengan maksimal
Pemahaman, hasil belajar....adalah karunia dariNya
Dua tahun kemudian
Suatu pagi saat anak kami telah berangkat ke sekolah
kami menemukan sketch book Alifa bertuliskan "Baiti Jannati Keluargaku adalah Syurgaku"
sejuk sekali membaca deretan huruf itu saling berdampingan
membentuk sederet kalimat indah yang membuat langit di hatiku bergetar karena ditulis sepenuh hati dengan inisiatif ia sendiri saat usianya 8 tahun
Saat ia pulang sekolah di sore harinya
aku tunjukkan apa yang kutemukan tadi pagi kepada Alifa
ia pun berujar dengan riang
kok bunda tahu aku nulis ini?
iya tadi pagi sketch bookmu terbuka di meja belajar kak
hihihihi ia berkikik dengan wajah lucunya
artinya baiti jannati apa kak?
artinya ya itu bun keluargaku adalah syurgaku
seberapa sayang kakak dengan keluarga kakak ?
seginiiiiii.....
ia membulatkan tangannya selebar yang ia mampu
lalu meralatnya sendiri
eh lebih besar lagiii bun
besaar bangettt selangiiit hihihihi
*^^*
Tiada yang lebih membahagiakan bagi kami selain mendapat apresiasi otentik tentang betapa sayangnya ia kepada keluarga seperti tulisan hand lettering "Baiti Jannati Keluargaku adalah Syurgaku" yang ia buat
tulisan hand lettering yang mengungkapkan betapa besar cinta ia kepada keluarga
Terimakasih ya Alifa
Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan di dunia ini hingga sampai ke SyurgaNya Allah kelak Aamiin Yaa Rabb
*^^*
Sejak kami fokus membangun kedekatan dengan Alifa, kami lebih deg-degan menanti kejujuran apresiasi lagsung dari Alifa
Penilaian Alifa tentang cara kami berkomunikasi dengannya, sangat berarti bagi kami
kami tidak risau lagi dengan apresiasi orang lain kepada Alifa
Sebab yang bisa kami kendalikan hanyalah diri kami sendiri dan juga keluarga kecil kami
Penilaian dari orang lain, kami ikhlaskan apapun hasilnya
Bisa jadi
Saat diri ini sibuk dan gaduh mengharapkan apresiasi dari ORANG LAIN tentang keberhasilan kita mendidik anak di rumah
Maka bersiaplah menanggung kecewa luar biasa
Saat penilaian orang lain tentang anak kita tidak sesuai dengan harapan kita
*^^*
Namun bisa jadi
Saat diri ini tenang dan damai hanya berharap apresiasi otentik dari ANAK kita tentang keberhasilan kita menciptakan suasana tenang dan damai di dalam rumah
Maka bersiaplah anak akan menceritakan sendiri kebahagiaan dalam tenang dan damai yang ia rasakan di dalam rumah kepada orang lain yang ia temui di luar rumah
*^^*
Tidak perlu risau dengan penilaian orang lain tentang anak kita
Risaulah saat kita belum membangun kedekatan dengan rutin kepada Tuhan dan kepada anak kita setiap hari
Love from us
Putri Anthi, anggota #keluargaKurniawan yang senang belajar dan sharing tentang pendidikan, komunikasi, riset ilmiah, keluarga, bisnis, dan kesehatan.

0 komentar:
Posting Komentar