• Setiap Anak Adalah Pejuang

    SETIAP ANAK ADALAH PEJUANG

    Putri Anthi


    Ya, setiap anak adalah pejuang


    Sejatinya setiap kita juga adalah pejuang


    Salah satu inspirasi untuk menulis ini datang dari salah satu adegan di dalam film dokumenter tentang pengasuhan anak yang diinisiasi oleh UNICEF Dan Ashoka Foundation, The Beginning of Life dan dari seorang penyandang disabilitas bernama Nick Vujicic.


    Saya adalah salah satu penikmat film The Beginning of Life. 


    Di film ini, banyak sekali insight yang saya dapatkan.

    Salah satu insight yang saya dapatkan adalah saat seorang kakek lanjut usia diwawancarai

    Kakek ini mengatakan bahwa ia juga adalah seorang anak yang telah berhasil melewati banyak perjuangan sejak ia di dalam kandungan


    Ia mengatakan hal tersebut dengan  penuh kebanggaan dan juga dengan sepenuh hati


    Ya, bila melihat sejarah penciptaan manusia maka sebetulnya, setiap kita sejak berbentuk sel di dalam rahim hingga tumbuh dewasa seusia kakek di film adalah pejuang yang amat sangat tangguh


    Ya, PEJUANG


    Fitrah kita adalah pejuang


    Bukan pejuang biasa, namun kita adalah pejuang yang amat tangguh


    Begitu pun dengan anak-anak


    Fitrah seorang anak adalah pejuang yang tangguh


    Sejak berada di dalam rahim ibu, anak-anak sudah menjadi pejuang


    Pejuang untuk tetap bertahan hidup di dalam ruang yang berukuran terbatas selama 9 bulan 10 hari


    Pejuang untuk tetap bertahan hidup melewati sepuluh pembukaan rahim


    Pejuang bertahan hidup menunggu dokter mengangkatnya saat sectio cesar


    Lalu bayi pun masih terus berjuang dan bersabar menunggu ibunya memproduksi ASI pertama


    Sejatinya, Ia Yang Maha Penyayang telah menciptakan kita dengan fitrah pejuang


    Setiap dari kita adalah pejuang tangguh


    Setiap anak pun sejatinya adalah seorang pejuang yang tangguh


    Ia tangguh bila menyukai suatu aktivitas


    Saya senang mengamati perilaku manusia, termasuk anak-anak


    Mereka senang berjuang pantang menyerah demi mendapatkan kesenangan belajar 


    Bila mereka belum bisa, mereka akan mencoba lagi, lagi, dan lagi


    Meski pada akhirnya belum tentu mereka bisa menguasai suatu aktivitas yang mereka ulang-ulang


    Namun, semangat juang mereka akan tetap terus ada untuk mencoba aktivitas lainnya


    Anak-anak memiliki kemampuan alami sebagai pejuang


    Saya teringat dengan kisah nyata seorang anak bernama Nick Vujicic, yang kini telah dewasa dan

    menjadi salah seorang motivator kelas dunia 


    Nick Vujicic lahir pada 4 Desember 1982


    Ia dilahirkan dengan penyakit langka yaitu tetra-amelia 


    Nick lahir tanpa memiliki dua lengan dan dua kaki.



    Orangtua Nick awalnya merasa hampir putus asa membayangkan bagaimana Nick bisa bertahan hidup di usia dewasa nanti.


    Namun, itu tidak berlangsung lama. Orangtua Nick perlahan-lahan bisa menerima kondisi tubuh Nick

    sepenuhnya dan mulai bersyukur kepada Tuhan, meski anaknya tidak memiliki dua lengan dan dua kaki, namun Nick tetap tumbuh menjadi anak yang sehat dan ceria.


    Ayah Nick tekun mengajari Nick untuk bisa berdiri dengan tegap, berenang, menulis , mengetik dan memegang barang menggunakan telapak kaki kecilnya, yang kini Nick beri julukan "my chicken drumstick"


    Lalu, ibu Nick memasukkan Nick ke sekolah umum. Agar melatih mental pejuang Nick. Namun tantangan berikutnya hadir. Nick banyak mendapatkan bully verbal dari teman-teman di sekolah. Hal ini membuat Nick sedih sekali. Ia sempat memiliki perasaan yang buruk tentang dirinya.


    Kasih tanpa batas yang dialirkan orangtua Nick yang akhirnya membuat Nick tetap kuat dan semakin bijak dalam menghadapi setiap tantangan.


    Suatu hari, Nick dan ibunya membaca artikel di sebuah surat kabar


    Di dalam artikel tersebut dikisahkan perjuangan seorang disabilitas yang mampu melakukan banyak hal hebat hingga dapat menolong banyak orang 


    Sejak membaca artikel itulah, semangat belajar Nick langsung meroket.


    Inilah pernyataan Nick yang fenomena, sekaligus melambangkan semangat juangnya dalam hidup :


    "Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguru bagi orang lain"


    "Saya memutuskan untuk BERSYUKUR, bukan ya marah atas keadaan diri sendiri"


    "Saya juga berharga, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu, yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang" 


    Nick belajar amat kuat hingga meraih gelar sarjana ekonomi akuntansi dan perencana keuangan di usia 21 tahun.



    Setelah itu, ia mendirikan lembaga non-profit "Life Without Limbs" , untuk membantunya berkarya di bidang pengembangan diri.


    Sejak saat itulah Nick mulai banyak diwawancarai dan karyanya yang fenomenal lainnya adalah DVD motivasi berjudul " Life's Greater Purposes", "No Arms, No Legs, No Worries" dan film berjudul " The Butterfly Circus"


    Perubahan hidup Nick dimulai saat ia merubah mindsetnya, dari perasaannya "tidak berdaya"  menjadi  "berdaya".


    Dari impossible menjadi I'm possible 


    Menyambungkan dengan NLP, kisah Nick yang berjuang luar biasa merubah mindset dan judul artikel ini yang bertemakan anak adalah pejuang 



    Saya teringat dengan presuposisi NLP yang berbunyi :
    People have the internal resources they need to succeed


    Ya, saya pun amat meyakini bahwa setiap orang telah Tuhan ciptakan beserta potensi unggul ya.


    Yakin 


    Yakin


    Yakin


    Setiap kita adalah pejuang


    Setiap anak pun adalah pejuang


    Lalu, bila memang fitrah anak adalah seorang pejuang


    Mengapa ada anak yang seakan memiliki semangat juang yang rendah?


    Sobat, maaf bila saya menuliskan kalimat yang mungkin kurang nyaman


    Namun saya yakin, sobat bisa memahami niat baik saya yang disampaikan melalui tulisan ini


    Yang mengecilkan daya juang alami anak, justru terkadang adalah respon orangtua terhadap perilaku anak


    Contoh sederhananya, setiap anak secara alami senang berjuang melakukan sesuatu yang baru misalnya menalikan sepatu


    Saya sering melihat banyak anak bersemangat menalikan sepatu mereka sendiri, tanpa meminta bantuan orang dewasa di sekitarnya

    Namun terkadang justru orangtuanya yang menginginkan hasil yang cepat dan justru membantu anak di saat yang kurang tepat


    Bantuan orangtua yang terlalu cepat dan juga di saat kurang tepat inilah yang juga berpotensi memadamkan daya juang seorang anak



    Bagaimana bila sejenak bertanya kepada diri kita sendiri?

    Bila kita bisa memiliki waktu untuk membantu ia menalikan sepatunya, berarti kita juga memiliki waktu untuk membiarkannya berjuang menalikan sepatunya sendiri, bukan?

    * ^^ *

    Anak secara alami memiliki daya juang yang tinggi sejak di dalam kandungan

    Apa yang bisa kita lakukan setiap hari untuk merawat daya juangnya ?


    (((Salam Bahagia)))

    Putri Anthi






















  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Memaknai Setiap Kisah Menuturkan Kembali Dengan Penuh Hikmah