• Distorsi dan Pengendalian Emosi





    Selamat pagi sobat pembelajar NLP

    Kali ini saya masih senang menerapkan ilmu distorsi

    Nah yang berbeda dengan postingan tema distorsi sebelumnya, kali ini saya memanfaatkan distorsi mind reading untuk pengendalian emosi

    Selamat menikmati kisah saya

    Siang terik itu

    Di depan sebuah kantor BUMD

    Saya memesan taksi online

    Saya menunggu di samping pos security

    Pemandangan di depan saya sungguh menggoda

    Seorang penjual siomay bergerobak kayu unik, ramai dikerubungi oleh banyak pembeli

    Chat dari pengemudi masuk, saya sudah dekat. Ibu (pakai) baju (warna) apa?

    Saya baju hitam jilbab merah ya pak.

    Setelah itu saya kembali asyik mengamati cerianya wajah suami istri penjual siomay yang bahagia melayani pembeli yang tak henti-henti

    Agak lama saya mengamati keramaian di sekitar penjual siomay

    Sampai keramaian tersebut mulai berangsur berkurang

    Taksi online yang saya pesan belum juga tiba, ah mungkin sedang dalam perjalanan

    Tiba-tiba keasyikan saya mengamati terhenti, ada telepon masuk. Pengemudi taksi online

    Ya, pak

    Ibu, ini saya sudah di depan saya klakson-klakson ibu kok malah cuekin saya? dari tadi saya lihat ibu malah asyik aja duduk makan siomay, saya tahu ibu yang baju hitam jilbab merah khan

    ah rupanya ada distorsi mind reading sedang berlangung di dalam percakapan kami

    Faktanya, saya sedang berdiri di samping pos security,mengamati penjual siomay. Namun saya tidak memakan siomay

    Dituduh secara mendadak oleh seseorang yang tidak kita kenal namun jasa ia saat itu sedang kita butuhkan, rasanya ada perasaan yang tidak nyaman di tubuh saya, terutama di sekitar dada.

    Terasa jantung berdetak sedikit lebih cepat

    Perasaan saya sempat teruncang sebentar saat saya dituduh oleh driver taksi online tersebut.

    Otak reptil saya merasa saya tidak dihargai, sehingga jantung rasa merespon dengan detakan yang lebih cepat

    Namun pada saat yang sama saya pun merasa kondisi ini adalah peluang untuk melatih memeluk emosi

    yes mari kita mulai mainkan

    Pertama saya mulai dengan mengubah raut wajah

    Tadi sempat terasa tegang dan kaku di sekitar mata dan rahang, sekarang saya coba rileksasikan

    Untuk mata, saya kedipkan mata saya beberapa kali agar ketegangannya berkurang, sambil menarik napas panjang

    Setelah mata sudah rileks, saya beralih ke rahang

    Untuk rahang, saya coba tenangkan dengan mengusap lembut rahang dengan ujung jari-jari

    Setelah rahang rileks, kini saatnya menuju kepada area sekitar jantung

    Kali ini saya gunakan nafas dalam sebelum memeluk emosi di sekitar area jantung

    Dengan bantuan nafas dalam menggunakan perut, saya menarik nafas dengan lebih dalam lebih nyaman lebih rileks

    Pernafasan dalam yang diiringi dengan usapan lembut di area sekitar jantung, bisa membuat saya semakin tenang dan nyaman

    Pada usapan yang ketiga, saya rasakan detak jantung saya mulai kembali normal

    Terakhir saya kembali usap daerah sekitar jantung saya dan saya putuskan otak logika saya untuk segera kembali mengambil alih situasi ini

    Segera saya ambil tidakan tercepat dan teraman untuk mengklarifikasi, bapak tetap di posisi bapak ya, saya kesana

    Saat saya tiba di mobil, saya menyapa dan saya tunjukkan ibu yang berbaju hitam dan yang berjilbab merah sedang duduk makan siomay.

    Bapak kira saya yang itu ya?

    Iya bu hehehe soalnya bajunya warnanya persis sama yang ibu bilang di chat, baju hitam jilbab merah.

    Ternyata, walaupun faktanya memang ada seorang ibu berbaju hitam dan berjilbab merah sudah di depan mata, distorsi masih bisa terjadi.

    Bagaimana menata emosi bila tiba-tiba ada yang menuduh kita mengacuhkan ia ?

    Bagaimana mengenali ada distorsi di dalam sebuah percakapan ?

    Bagaimana memanfaatkan distorsi untuk mengendalikan emosi ?

    Kita bahas satu per satu yuk


    APA ITU DISTORSI MIND READING

    Distorsi dalam konteks neuro linguistic programming adalah menghubung-hubungkan sesuatu yang belum tentu ada hubungannya

    Mind reading dalam konteks NLP dapat diartikan mengklaim mengetahui pikiran/perasaan orang lain

    Dalam keseharian, masyarakat biasanya menghubungkan mind reading dengan hal yang negatif

    contohnya seperti pengemudi taksi di atas, ia menghubungkan saya adalah orang cuekin dia

    Padahal, ibu yang menurut dia sedang cuekin dia, itu bukanlah saya.

    Hanya karena warna baju dan warna jilbab kami mirip, ia mind reading kepada saya

    atau contoh lainnya dari celotehan seperti ini " saya tahu,  customer service Anda tidak suka kalau ditanya-tanya hal yang detail oleh nasabah"

    Menghadapi mind reading seperti ini, apa yang sebaiknya kita lakukan?

    Ya, segera lakukan klarifikasi seperti "dari mana persisnya Anda mengetahui  hal itu? "

    Dalam contoh keseharian, praktik mind reading untuk komunikasi produktif juga bisa ditemui di sekitar kita

    Contohnya, bila saya melihat suami saya membuka lemari dapur bagian atas, lalu melihat-lihat, kemudian menutup kembali lemari tersebut, saya akan mind reading : " mas mau kopi rasa lain?"
















  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Memaknai Setiap Kisah Menuturkan Kembali Dengan Penuh Hikmah